Dimitri Payet Idola baru Public Prancis, motor seerangan lini tengah prancis




       Di awali pada akhir tahun lalu saat ia hijrah membela klub asal london West Ham United, pemain berusia 29 tahun itu tampil mengesankan dan membawa West Ham finish di sepuluh besar klaemen akhir liga Inggris. Membuat para Hooligan West Ham United begitu mengidolakannya, bermunculan juga tawaran untuk memboyongnya keluar angkat kaki dari kota london.

        Hasil itu pun berhasil membuat dirinya di panggil memperkuat skuad Prancis di Euro 2016 kali ini. sang pelatih Didier Deschamps merasa beruntung dapat menemukan talenta luar biasa dari salah satu anak asuhannya, diluar dugaan dia tampil begitu gemilang di dua laga pertama prancis di Euro yang di helat di negara sendiri, pemain ini berhasil mencatatkan 2 gol dalam 2 pertandingan yang dijalani plus satu assist di laga perdana. Menjadikannya Idola baru public prancis dan menjadi motor serangan di lini tengah prancis.

     Meskipun bukan Striker acungan jempol pantas disandangkan kepadanya dia sedikit lagi bisa memecahkan rekor Zinadine Zidane yang mencatatkan rekor di Euro tahun 2004 lalu, selama perhelatan di tahun 200 tersebut Zidane berhasil mengkreasikan 15 peluang, tapi sang gelandang mampu melesakan 14 peluang dalam 2 pertandingan saat melawan Albania dan Rumania. Patut disimak apakah rekor pelatih madrid saat ini pecah di Matchday phase grup ke 3 menghadapi Swiss yang di huni oleh Saqiri dan juga bintang muda yang tengah bersinar dan baru saja di transfer dari Gladbah menuju Arsenal dia adalah Xhaka.

      Bahkan dilaga awal pun pelatih rumania menyebutkan bahwa gol yang datang dari Payet yang menjadi penentu kekalahan tim nya . " Gol yang luar biasa dari pemain luar biasa". Membuktikan bahwa payet punya kualitas untuk jadi seorang idola baru di publik prancis. Membuat pelatih lawan pun memuji dan kagum atas permainan yang di tunjukannya pada laga pembuka lalu.

       Gelar pemain terbaik pun saat melawan Rumania maupun Albania di sandang nya. Tak hanya berimbas pada ketenaran, Peforma payet yang gemilang pun berimbas pada harga jual nya yang kian melambung yang menguntungkan klub nya sekarang yaitu West Ham United. Meskipun demi kian banyak juga para Klub yang menaruh minat untuk membeli gelandang lini tengah prancis ini mengingat kualitas yang dimilikinya, tak rugi rasanya bila harus mengeluarkan Uang yang lumayan besar.

       Secara keseluruhan pemain tengah West Ham ini menampilkan performa yang ciamik, memjadi motor serangan perancis sejak dari lapangan tengah, juga rajin dalam hal memberikan umpan-umpan matang bagi rekan-rekannya di lini depan. Crossing-crossing nya pun sering memanjakan dua Striker jangkung yang silih bergantian mengisi Statrting Line Up dilini depan yaitu Olivier Giroud dan Gignac.

     Akankah ke gemilangan payet mampu menghadirkan gelar juara bagi prancis? masih terlalu dini untuk menyimpulkan, melihat hanya baru berjalan dua laga. Perjalanan menuju tangga juara masih jauh, terlebih lebih banyaknya kontestan di Euro semuanya berjumlah 24 peserta, menjadikan adanya phase Knockout di babak 16 besar. kita lihat saja kelanjutannya apakah aksinya akan terus berlanjut atau terhenti.

        Selain Payet nama lain yang bersinar adalah Antonio Griezmann sukses mencuri perhatian lewat aksi skill individunya kerap kali mengacak-acak pertahanan lawan.

Terkait :
4 Pemain belia di Euro 2016, Martial dan Dele Alli Masuk
Profil Emre Mor titisan lionel Messi dari Turkey
Jadwal Euro 2016

No comments

Powered by Blogger.